Kamis, 21 Februari 2013

PARENTING SITE “MP Asi”


MP Asi singkatan dari Makanan Pendamping Asi, adalah beragam makanan yang bisa diberikan pada bayi ketika usianya telah mencapai 6 bulan lebih 1 hari, setelah genap mendapatkan asi eksklusif selama 6 bulan sebelumnya.  MP Asi adalah program lanjutan dari 6 bulan Asi eksklusif.

MP asi yang akan saya bahas disini adalah MP asi buatan sendiri (homemade), bukan yang instan seperti yang banyak dijual dengan berbagai merk.  Dengan memberikan yang alami, insya Alloh bayi kita akan lebih sehat dan cerdas.

Sebagus2nya makanan instan, tetap pasti ada pengawet dan pewarnaya. Dan juga bahan2 yang masuk tubuh sudah pasti tidak dalam kondisi segar. Makanan instan juga memperberat kerja hati untuk mencerna kandungan kimia seperti pengawet yang ada di dalamnya.. jadi,, yuk luangkan waktu sejenak, meracik makanan sendiri untuk buah hati tercinta.. memberikan yang terbaik untuk tumbuh kembangnya, tidak ada salahnya kan..

Ada beberapa tahap pemberian MP asi, dari pengenalan hingga tahap akhir yang ingin dicapai yaitu anak sudah bisa makan masakan keluarga biasa seperti anggota keluarga yang lain di usia 1 tahun.

Tahapan kesiapan pencernaan bayi adalah ; pengenalan karbohidrat, pengenalan sayur, pengenalan buah, baru terakhir pengenalan jenis2 protein seperti daging2.

Selain tahapan bahan makanan, yang perlu diperhatikan adalah tahapan pengenalan tekstur makanan yang makin meningkat seiring pertambahan umur dan menyesuaikan pertumbuhan gigi bayi yang berbeda satu sama lain. Jadi jangan sampai, sudah tumbuh 3 ato 4 gigi, makanan yang diberikan masih berupa bubur lembek, karena bayi tidak akan antusias makan dan makanan dengan tekstur lembek kurang merangsang pertumbuhan gigi-nya. Pertumbuhan gigi adalah tanda bahwa bayi siap mengunyah makanan yang lebih ber-tekstur.

Berikut ini tahapan2 pengenalan makan pada bayi :

1.       Makanan untuk bayi usia 6-7 bulan (selama 4 minggu pertama)
Pengenalan jenis makanan yang berupa karbohidrat dulu, seperti bubur susu, bubur tepung beras merah, waloh/labu kukus yang dihaluskan dan kentang kukus yang dihaluskan.

Untuk tiap jenis makanan baru yang diberikan, lakukan evaluasi selama 2 hari, yaitu dengan cara, berikan makanan yang sama selama 2 hari berturut2 dan lihat apakah ada gejala alergi pada anak atau tidak, terhadap jenis makanan tersebut. Jika tidak maka bisa dilanjutkan, jika sebaliknya maka hentikan pemberian. Ganti denganyang lain. Alergi bisa berupa gatal2, ruam2, diare, dll.

Frekuensi pemberian makan umur ini hanya sebanyak 1 kali dalam sehari, bisa dipagi atau sore hari. Jangan dipaksakan untuk menghabiskan porsi yang bunda siapkan, karena bayi masih dalam tahap pengenalan. Dari hanya bisa menghisap puting ke pengenalan gerakan mengunyah makanan.
      
Cara membuat makanan bayi :
a| Bubur susu ; masak tepung beras dan air hingga matang. Angkat. Tambahkan susu (ASI) sebagai kuah
b|Bubur tepung beras merah ; sama dengan bubur susu hanya saja bahannya diganti tepung beras merah. Bisa didapatkan ditoko2 perlengkapan bayi atau supermarket2. Tepung beras merah organik dengan merk  gasol.
c|Waloh /labu kukus : kukus labu hingga matang, angkat. Haluskan dan saring menggunakan penyaring teh dan sendok. Berikan sedikit air jika kurang encer.
d|Kentang kukus : sama dengan cara waloh kukus/labu kukus.

2.       Makanan untuk bayi usia 7-8 bulan.

Biasanya gigi sudah mulai tumbuh 1 atau 2 buah. Pada usia ini sudah bisa dikenalkan bubur dari beras yang sangat lembek (bubur tim), bukan dari tepung lagi. Dan bisa dicampurkan beberapa jenis sayuran sebagai pengenalan. Seperti bayam, wortel, brokoli. Potong kecil2 atau diblender dan dimasak bersama dengan bubur. Hidari dulu sayuran seperti kol&kubis, karena mengandung semacam zat pengikat magnesium, yang masih sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan.

Frekuensi pemberian makan bisa ditingkatkan menjadi 2 kali sehari. Dalam tiap masakan yang dibuat, tidak perlu ditambahkan peyedap rasa apapun, bahkan garam dan gula-pun tidak perlu.

Tidak usah khawatir bayi akan tidak menyukai rasanya yang hambar. Karena sebenarnya bayi belum bisa mengenali rasa. Yang dia tau hanya rasa ASI ibunya, jadi bayi tetap akan enjoy saja menikmati makanannya.

Garam hanya akan memperberat kerja hati dan ginjal dalam mencerna, sedangkan penambahan gula bisa merusak gigi yang baru mulai tumbuh.

3.       Makanan untuk bayi usia 8-9 bulan.

Pada bulan ini masih bisa diberikan yang sama dengan makanan tahap sebelumnya, hanya saja ditambahkan menu buah pada siang hari.

 Buah bisa berupa alpukat, apel, pisang, jeruk bayi, pir, pepaya. Bisa dipotong2 saja, dijus atau dibuat puree buah. Sebagai catatan : Jangan terlalu banyak memberikan pisang pada bayi, pengalaman saya, malah anak menjadi sembelit, karena menu sehari makan pisang terus.

Pada usia ini, jika anak rewel atau menolak makanannya, jangan terlalu khawatir, karena sekali lagi, masih proses pengenalan makanan. Jadi wajar kalo masih belum enjoy makan. Jika anak sudah bisa duduk , coba berikan waktu dalam 1 kali jam makan, untuk dia mencoba makan sendiri. Dengan tangannya sendiri. Dampingi dan jangan takut kotor ya bunda.. biarkan saja, toh nanti tinggal dibersihkan setelah acara makannya yg ‘heboh’ itu selesai. Bunda pasti akan terkejut betapa pintarnya anak kita mau menyuapkan makanannya sendiri ke mulut. Jika dia tidak mengerti, coba bunda makan didepannya, biarkan dia mencontoh cara kita makan.

4.       Makanan untuk usia 9-10 bulan.

Menu masih berupa bubur beras tapi jangan terlalu lembek. Mulailah pengenalan jenis2 protein seperti telur, ikan, daging, tempe, tahu dan kacang2an.

Semua bahan usahakan hanya dikukus atau direbus ya bunda.. karena jika digoreng/ditumis, kandungan minyak atau margarin, kurang baik bagi tubuh bayi. Pengalaman anak teman saya, yang diberi makanan ditumis, jadinya malah radang tenggorokan.

Pengenalan mulai dari kaldu2 saja dulu, misal bubur campur sayur bayam, lalu diberi kuah kaldu ayam atau kaldu daging (kaldu daging ayam, daging ikan dan daging sapi asli ya bunda... jangan kaldu instan)

Setelah lidahnya mengenal,, mulailah dengan tambahkan daging, ayam, ikan, telur atau tempe/tahu dalam buburnya. Jika kurang halus bisa diblender.

Frekuensi makan tetap sama, namun jika anak masih lapar , tambahkan lagi jam makannya tidak mengapa.

5.       Makanan usia 10-11 bulan. 

Karena pengenalan menu sudah lengkap, makan pada bulan ini tinggal konsentrasi pada tekstur, yang dibuat semakin mendekati nasi  dan lauk pauk biasa.

 Frekuensi makan bisa ditambah menjadi 3 kali. Buah bisa diberikan di sela2 jam makan. Asi tetap full diberikan ya bunda.. kapanpun anak kita mau.

6.       Pada tahapan akhir, usia genap 12 bulan.

Anak sudah bisa makan seperti anggota keluarga yang lain,,dengan nasi dan lauk/pauk-nya.  Asi tetap diberikan hingga usia 2 tahun ya bunda...^^

*) Camilan berupa buah, agar2, kue2, biskuit bisa diberikan pada sela2 jam makan ... aneka krupuk dan camilan kriuk2 tidak saya kenalkan dan berusaha dihindari. Karena selain tidak sehat, juga mengganngu program makan, karena biasanya anak lebih suka krupuk-nya daripada makanannya.

Alhamdulillah,, dengan sedikit kerepotan diawal, untuk coba mengenalkan makanan pada anak saya, kini dia sangat enjoy dengan meal time nya. Bahkan sudah bisa makan sendiri, dan makan dengan sendok pada usia 1,5 tahun. Lidahnya tidak pilih2 makanan, dan antusias sekali dengan makanan.

Ada banyak anak yang bahkan melihat makanan saja sudah takut dan lari menutup mulut, maunya hanya minum dot saja. Pastinya sangat meresahkan orangtuanya, apalagi kita bundanya... jadi,, sedikit repot melatih makan insya Alloh akan berbuah manis.

Oia, jangan dibiasakan meng-judge anak susah makan ya bunda... jangan pula sering mengumpat anak “dasar susah makan..” , “ga bisa diatur..”dsb,  hal ini malah akan berdampak psikologis yang tidak baik pada anak, bahkan kemungkinan bisa menjadi doa lho bund... bukankah kata2 adalah sebagian dari doa ya??... ^^  lebih baik, jika ditanya “anak kamu gmn? Susah gak makannya??”, jawab saja “Alhamdulillah,, enggak”. Bukan mengajari bohong lhow.. tapi,, dengan kata2 dan sugesti yang positif, insya Alloh, nanti akan jadi doa yang dikabulkan menjadi kenyataan..

Jika suatu saat anak benar2 tidak mau makan, padahal kita sudah menerapkan semuanya,,coba teliti dulu,, mungkin dia memang masih kenyang, atau mungkin dia ingin makan bareng ayahbundanya...

Saya kemaren sempat terkejut, saat membaca di twiter, ada bunda yang mengeluhkan anaknya umur 11 bulan, saat disuruh makan sendiri, tdk mau memasukkan makanannya ke mulut.  Menurut saya, mungkin dia kurang melihat contoh ayahbundanya waktu makan, jadi tidak mengerti. Mungkin karena makannya selalu disuapi.

So, usahakan ya ayahbunda.. sesekali makan bersama si kecil, dengan si kecil makan sendiri, tdk usah disuapi. Lihatlah betapa lucu dan pandainya dia... ^^

Demikian uraian panjang mengenai MP asi , semata2 ingin berbagi, cara mengenalkan kegiatan makan pada si kecil, sehingga tidak berdampak traumatis,  yang akhirnya,,, dilabeli sebagai anak “susah makan” deh.... Padahal mungkin kita orang tuanya yang kurang sedikit peka..

Wallahu’alam bishowab
Salam hangat
Ummu sahla

                                      

lahapnya si kecil sahla... ^^


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar